Rabu, 12 November 2025

Musdes Gampong Pasi Pinang Berjalan Partisipatif dan Transparan dalam membahas Prioritaskan Penggunaan Dana Desa 2026



Gampong Pasi Pinang, 12 November 2026

Musyawarah Desa (Musdes) Gampong Pasi Pinang, Kecamatan Merbo, Kabupaten Aceh Barat, telah sukses digelar dengan mengedepankan prinsip partisipatif, terbuka, dan transparan. Acara ini dihadiri oleh Tenaga Ahli (TA) P3MD Kementerian Desa, yang menunjukkan dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan desa.

Camat Merbo secara resmi membuka acara tersebut, menyampaikan mengenai pentingnya pengelolaan dana desa yang efektif dan akuntabel. Camat menekankan perlunya keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan desa. Pada kesempatan ini juga menyampaikan intrusksi Bapak Bupati Aceh barat; Mengumandangkan azan slalat lima waktu, Jum'at bersih, pencegahan Judol melalui Sadgas Pageu Gampong, budaya menanam, pencegahan kebakaran dan evaluasi aparatur Gampong, ulas Camat Merbo Maimun.

Maulizan Tenaga Ahli Kabupaten turut memberikan penjelasan terkait prioritas penggunaan dana desa tahun 2026, dengan fokus pada sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat, daerah, dan desa, adapun perioritas Nasional tahun 2026; Pengentasan Masyarakat Miskin extrim, Perubahan iklim dan tanggab bencana, Promosi Kesehatan skala Desa, Ketahan Pangan, Dukungan Koperasi Desa Merah Putih, pembangunan inprastruktur Dasar Desa melalui Padat karya tunai dan perioritas desa lainnya. Hal ini bertujuan untuk memastikan program-program pembangunan desa selaras dengan kebijakan nasional dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. 

Gampong Pasi Pinang Sebagai Desa Mandiri dan Terpilih sebagai Desa Percontohan Anti Korupsi

Dalam kesempatan tersebut, Kepala desa/Keuchik Abdusalam juga disampaikan kebanggaan atas status Gampong Pasi Pinang sebagai desa mandiri dan desa percontohan bebas korupsi. Hasil penilaian tim lomba desa anti korupsi menunjukkan Gampong Pasi Pinang mendapatkan nilai sempurna. Diharapkan, prestasi ini dapat membawa Gampong Pasi Pinang mewakili Provinsi Aceh ke tingkat nasional dan mengharumkan nama daerah di Istana Negara, Aamiin.

Musdes ini Pimpin langsung oleh Ketua Tuha Peut/BPD dan menjadi momentum penting bagi Gampong Pasi Pinang untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pembangunan desa, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas. 

Jumat, 07 November 2025

Musyawarah Desa Blang Genang dihadiri TA P3MD Kementerian Desa Bahas Prioritas Dana Desa 2026



Blang Genang, 7 November 2026

Kaway XVI, Aceh Barat – Musyawarah Desa (Musdes) Gampong Blang Genang, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, telah sukses dilaksanakan dengan agenda utama membahas prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2026. Acara yang berlangsung khidmat ini difasilitasi oleh pendamping desa dan dibuka secara resmi oleh Camat Kaway XVI.

Dalam sambutannya, Camat Kaway XVI menyampaikan poin-poin penting yang merupakan instruksi dari Bupati Aceh Barat terkait pengelolaan dan pemanfaatan Dana Desa yang efektif dan transparan. Instruksi tersebut meliputi:

- Pengumandangan azan pada setiap waktu salat di seluruh gampong.

- Pelaksanaan kegiatan Jumat Bersih di seluruh gampong.

- Pemberantasan narkoba dan judi online, serta pembentukan Satgas Pageu Gampong.

- Program Gampong Bebas Stunting.

- Pengaktifan Koperasi Desa Merah Putih.

- Pencegahan kebakaran.

- Gerakan menanam perkarangan/Kelompok Wanita Tani (KWT).

- Program Dokter Masuk Rumah.

- Rehabilitasi rumah dan bantuan sosial bagi masyarakat miskin.

- Penegasan tapal batas gampong.

- Evaluasi aparatur gampong.

- Penyelesaian perkara secara berjenjang.

- Penanaman pohon kelapa pandan wangi. 

Tenaga Ahli Pemberdayaan Pembwedayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kementerian Desa Kabupaten Aceh Barat turut hadir dan memberikan arahan terkait kebijakan nasional dalam penggunaan Dana Desa. Hal ini sejalan dengan Mandat PP 47 Pasal 71 ayat (2), yang memberikan kewenangan kepada Pemerintah Pusat untuk menentukan fokus penggunaan Dana Desa setiap tahunnya, sesuai dengan prioritas nasional yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan mengenai perencanaan nasional dan alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).

Sesuai dengan Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun 2026 Pasal 14 ayat (4), fokus penggunaan Dana Desa telah ditetapkan sebagai berikut:

1. Penanganan Kemiskinan Ekstrem: Melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa yang datanya mengacu pada data Pemerintah.

2. Penguatan Desa Berketahanan Iklim dan Tangguh Bencana: Program peningkatan kesiapsiagaan desa dalam menghadapi perubahan iklim dan bencana alam.

3. Peningkatan Promosi dan Penyediaan Layanan Dasar Kesehatan Skala Desa: Peningkatan kualitas dan aksesibilitas layanan kesehatan dasar di tingkat desa.

4. Program Ketahanan Pangan atau Lumbung Pangan, Energi, dan Lembaga Ekonomi Desa Lainnya: Pengembangan sumber energi terbarukan dan dukungan lembaga ekonomi desa.

5. Dukungan Implementasi Koperasi Desa Merah Putih: Pemberdayaan koperasi desa sebagai penggerak ekonomi lokal.

6. Pembangunan dan Pemeliharaan Infrastruktur Desa Melalui Program Padat Karya Tunai Desa: Peningkatan infrastruktur desa dengan partisipasi masyarakat setempat.

7. Pembangunan Infrastruktur Digital dan Teknologi di Desa: Pengembangan akses internet dan pemanfaatan teknologi informasi.

8. Program Sektor Prioritas Nasional Lainnya di Desa: Pengembangan potensi dan keunggulan desa yang spesifik.

Musdes ini diharapkan menjadi landasan bagi Pemerintah Gampong Blang Genang dalam menyusun rencana kerja yang selaras dengan prioritas nasional, sehingga Dana Desa dapat memberikan dampak optimal bagi kesejahteraan masyarakat.

Pada sesi penyampaian usulan dan gagasan, suasana menjadi kisruh suara desas desus setelah mendengarkan perioritas nasional terkait Infrastruktur Desa digital dan teknologi, suara sumbang menggambarkan kondisi desa paling pelosaok sangat jauh dari ibukota jangankan jaringan internet listrik masih belum stabil dan kurang daya. Sehingga salah seorang Anggota tuha peut menyampaikan keluhan ini dengan suara lantang dihadapan kepala desa selalu pemerintah desa dan camat sebagai representatip pemerintah kabupaten Aceh Barat. "Ini keluhan semua masyarakat Desa Blang Genang harus selesai tahun ini,, kami tidak mautahu" karena masalah ini sudah bertahun tahun kita sampaikan namun belum juga menjadi perhatian serus. 

Kamis, 06 November 2025

Musdes Gampong Mesjid Bahas Prioritas Penggunaan Dana Desa 2026






Gampong Mesjid, 6 November 2026

Kaway XVI, Aceh Barat – Musyawarah Desa (Musdes) Gampong Mesjid, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, telah dilaksanakan dengan fokus utama membahas prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2026. Acara ini difasilitasi oleh pendamping desa dan dibuka langsung oleh Camat Kaway XVI, yang dalam sambutannya menyampaikan poin-poin instruksi dari Bupati Aceh Barat yaitu; 

  1. Azan pada saat Shalat 5 waktu harus dikomandangkan diseluruh Gampong
  2. Jum'at Bersih seluruh Gampong
  3. Pemberantasan Narkoba dan Judi Online serta pembentukan Satgas Pageu Gampong
  4. Gampong Bebas Stunting 
  5. Koperasi Desa Merah Putih Harus Aktif
  6. Pencegahan kebakaran 
  7. Gerakan menam/ Kelompak wanita Tani (KWT)
  8. Dokter masuk rumah
  9. Rehab rumah dan bantuan sosial masyarakat miskin
  10. Tapal Batas Gampong
  11. Evaluasi Aparatur Gampong
  12. Penyelesaian perkara secara berjenjang.
  13. Penanaman pohon kelapa pandan wangi dll

Dalam musyawarah tersebut, Tenaga Ahli Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa P3MD Kabupaten Aceh Barat turut menyampaikan arahan kebijakan nasional terkait penggunaan Dana Desa tahun 2026. Hal ini sejalan dengan Mandat PP 47 Pasal 71 ayat (2), yang memberikan kewenangan kepada Pemerintah Pusat untuk menentukan fokus penggunaan Dana Desa setiap tahunnya sesuai dengan prioritas nasional yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan mengenai perencanaan nasional dan alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).

Sesuai dengan Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun 2026 Pasal 14 ayat (4), fokus penggunaan Dana Desa telah ditetapkan sebagai berikut:

1. Penanganan Kemiskinan Ekstrem: Penggunaan Dana Desa untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa dengan target keluarga penerima manfaat yang datanya dapat mengacu pada data Pemerintah.

2. Penguatan Desa Berketahanan Iklim dan Tangguh Bencana: Program-program yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan desa dalam menghadapi perubahan iklim dan bencana alam.

3. Peningkatan Promosi dan Penyediaan Layanan Dasar Kesehatan Skala Desa: Upaya peningkatan kualitas dan aksesibilitas layanan kesehatan dasar di tingkat desa.

4. Program Ketahanan Pangan atau Lumbung Pangan, Energi, dan Lembaga Ekonomi Desa Lainnya: Inisiatif untuk memperkuat ketahanan pangan desa, mengembangkan sumber energi terbarukan, dan mendukung lembaga ekonomi desa.

5. Dukungan Implementasi Koperasi Desa Merah Putih: Pemberdayaan koperasi desa sebagai penggerak ekonomi lokal.

6. Pembangunan dan Pemeliharaan Infrastruktur Desa Melalui Program Padat Karya Tunai Desa: Peningkatan infrastruktur desa yang melibatkan partisipasi masyarakat setempat dengan sistem upah harian.

7. Pembangunan Infrastruktur Digital dan Teknologi di Desa: Pengembangan akses internet dan pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung berbagai sektor di desa.

8. Program Sektor Prioritas Nasional Lainnya di Desa: Termasuk pengembangan potensi dan keunggulan desa yang spesifik.

Musdes ini diharapkan dapat menjadi landasan dan arah pembangunan bagi Pemerintah Gampong Mesjid dalam menyusun rencana kerja yang selaras dengan prioritas nasional yang mengacu pada RPJM Nasional, Provinsi, Kabupaten dan Desa, sehingga Dana Desa dapat memberikan dampak yang optimal bagi kesejahteraan masyarakat.

Rabu, 05 November 2025

Musyawarah Desa Drien Calee: Semangat Baru untuk Pembangunan Desa

Drien Calee, 4 November 2025






Drien Calee, Aceh Barat – Suasana penuh harapan mewarnai Musyawarah Desa (Musdes) yang berlangsung di Desa Drien Calee, Kecamatan Kawai XVI, Kabupaten Aceh Barat. Acara yang dihadiri oleh seluruh elemen masyarakat desa ini bertujuan untuk membahas dan menyepakati rencana pembangunan desa untuk tahun yang akan datang.

Musdes dibuka dengan sambutan dari Kepala Desa Drien Calee, Bapak Tgk. Imum Mukhtaruddin, yang menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh warga. Beliau menekankan pentingnya musyawarah sebagai wadah untuk menyatukan visi dan misi dalam membangun desa yang lebih baik.

"Musyawarah ini adalah momentum penting bagi kita semua untuk merumuskan program-program yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat. Dengan partisipasi aktif dari seluruh warga, kita bisa memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil adalah yang terbaik untuk kemajuan desa kita," ujar Pak Keuchik Saiful.

Dalam musyawarah tersebut, berbagai usulan dan aspirasi dari masyarakat disampaikan. Beberapa isu utama yang menjadi fokus pembahasan antara lain peningkatan infrastruktur desa, pengembangan sektor pertanian, peningkatan kualitas pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Salah seorang tokoh masyarakat, Bapak Usman, menyampaikan harapannya agar pemerintah desa dapat lebih fokus pada peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan yang masih banyak rusak. "Dengan infrastruktur yang baik, aksesibilitas masyarakat akan meningkat, sehingga perekonomian desa juga akan semakin berkembang," katanya.

Selain itu, seorang perwakilan dari kelompok perempuan, menekankan pentingnya program pelatihan keterampilan bagi ibu-ibu rumah tangga. "Dengan adanya pelatihan keterampilan, ibu-ibu bisa memiliki penghasilan tambahan yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujarnya.

Musdes Drien Calee menghasilkan beberapa kesepakatan penting yang akan menjadi dasar penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun berikutnya. Beberapa program prioritas yang disepakati antara lain:

1. Peningkatan Infrastruktur: Perbaikan dan peningkatan kualitas jalan desa, jembatan, serta pembangunan saluran irigasi untuk mendukung sektor pertanian.

2. Pengembangan Pertanian: Pemberian bantuan bibit unggul, pelatihan teknik pertanian modern, serta pendampingan bagi petani.

3. Peningkatan Pendidikan: Peningkatan fasilitas sekolah, pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi, serta pelatihan bagi guru.

4. Pemberdayaan Ekonomi: Pelatihan keterampilan bagi ibu-ibu rumah tangga, bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM, serta pengembangan potensi wisata desa.

Dari usulan yang disampaikan ada satu kegiatan menjadi usulan setiap tahunnya yang menjadi perioritas telah disusulkan di Musrenbang kecamatan dengan harapan dapat dibantu dengan anggaran APBK Kabupaten, APBA Provinsi atau APBN, yaitu pembangunan bendungan sungai yang menjadi acaman bagi rumah warga dan mesjid tempat ibadah yang berada disekitar aliran sungai tersebut.

Kaur pembangunan desa pada kesempatan ini juga "mengucapkan terimakasih kepada pihak yg telah membantu pembangunan Irigasi Desa kami sehingga tahun ini kami bisa meningkatkan hasil pertanian kami dan harapan dan cita cita masyarakat kami bisa bertanam dua kali dalam setahun sudah bisa kami lakukan sehingga untuk suwasembada pangan juga telah tercapai di tahun ini. Syukur kepada Allah" ujanrnya

Dengan semangat kebersamaan dan harapan baru, masyarakat Desa Drien Calee optimis bahwa program-program yang telah disepakati dalam musyawarah ini dapat membawa perubahan positif bagi kemajuan desa. Musdes ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar seluruh rencana pembangunan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.


Jumat, 31 Oktober 2025

Musdes Gampong Teupin Panah, Warga Keluhkan Jalan Rusak ke Pemkab Aceh Barat







https://vt.tiktok.com/ZSyPrY8Xa/ 

Teupin Panah, 31 Oktober 2025

Aceh Barat – Musyawarah Desa (Musdes) Gampong Teupin Panah, Kecamatan Kawai XVI, Kabupaten Aceh Barat, telah dilaksanakan dengan berbagai agenda penting. Namun, di akhir pertemuan, keluhan utama dari masyarakat kembali mencuat, yaitu kondisi jalan menuju desa yang memprihatinkan.

Menurut keterangan yang dihimpun, jalan yang merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat ini sudah puluhan tahun tidak mendapatkan perhatian yang memadai. Kondisinya sangat memprihatinkan, terutama saat musim kemarau jalanan berdebu, dan saat musim hujan berubah menjadi becek dan berlumpur.

"Kami sangat berharap Pemkab Aceh Barat segera mengaspal jalan ini. Sudah puluhan tahun kami merasakan kondisi jalan yang seperti ini," ujar Pak Keuchik Teupin Panah, mewakili keluhan warganya.

Kondisi jalan yang rusak ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat. Selain mempersulit akses transportasi, debu dan lumpur juga berdampak buruk bagi kesehatan warga. Anak-anak sekolah dan warga yang hendak beraktivitas ke luar desa harus berjuang melewati jalan yang tidak layak.

Desa kami ini desa paling ujung Aceh Barat dan berbatasan dengan kabupaten Nagan Raya, sehingga desas desus warga memuncak samapai sampai ada yang bersuara suambang dalam bahasa Aceh "yang pah cit ya puwo u Nagan manteng Gampongnyo" wujut kekecewaan warga.

Musdes ini diharapkan menjadi momentum bagi Pemkab Aceh Barat untuk segera merealisasikan perbaikan jalan menuju Gampong Teupin Panah. Masyarakat sangat menantikan perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah daerah agar akses transportasi menjadi lebih baik dan mendukung peningkatan perekonomian serta kualitas hidup warga.

Pemerintah desa juga berjanji akan terus mengawal aspirasi masyarakat ini dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar perbaikan jalan dapat segera dilaksanakan.


Senin, 20 Oktober 2025

Tim TA P3MD Kementerian Desa Pantau Musrenbang Desa Leuhan



Senin, 10/10/2025

Aceh Barat – Tim Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TA P3MD) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melakukan monitoring pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Desa Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan perencanaan pembangunan desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan peraturan yang berlaku.

Monitoring yang dilakukan pada Senin, 20 Oktober 2025, tim TA P3MD Kemendes PDTT meninjau langsung proses Musrenbang yang melibatkan berbagai unsur masyarakat desa, mulai dari perangkat desa, tokoh masyarakat, perwakilan perempuan, hingga kelompok marginal.

"Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa Musrenbang Desa Leuhan berjalan sesuai dengan prinsip partisipatif, transparan, dan akuntabel. Setiap usulan yang muncul harus benar-benar berasal dari kebutuhan riil masyarakat," ujar Maulizan Perwakilan TA P3MD.

Dalam kesempatan tersebut, tim TA P3MD; Nuzuli, Suherman dan Maulizan juga memberikan masukan terkait penyusunan skala prioritas pembangunan desa, serta memastikan keselarasan antara rencana pembangunan desa dengan program-program pemerintah daerah dan pusat.

Kepala Desa Leuhan, Irwandi, menyambut baik kehadiran tim TA P3MD Kemendes PDTT. Ia berharap, dengan adanya pendampingan ini, perencanaan pembangunan di desanya dapat lebih terarah dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan arahan dari tim TA P3MD. Ini akan menjadi bekal berharga bagi kami dalam melaksanakan pembangunan desa yang lebih baik dan berkualitas," kata Pak Kechik Irwandi

Musrenbang Desa Leuhan menghasilkan sejumlah usulan prioritas, antara lain peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan, pembangunan fasilitas air bersih, serta pengembangan sektor pertanian dan UMKM. Usulan-usulan ini akan menjadi dasar penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun anggaran 2026. 

Sabtu, 18 Oktober 2025

Kementerian Desa Pantau Pelaksanaan Posyandu Terintegrasi di Desa Cot Darat, Aceh Barat




Aceh Barat – 17 Oktober 2025.

Tim Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa (TA P3MD) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan posyandu terintegrasi di Desa Cot Darat, Kecamatan Sama Tiga, Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan program kesehatan di tingkat desa berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya ibu dan anak.

Dalam kunjungan tersebut, "Maulizan" TA P3MD Kemendes PDTT dan didampingi oleh Pendamping Desa (PD) Kecamatan "Muhammad Amin" meninjau langsung berbagai aspek pelaksanaan posyandu, mulai dari kelengkapan fasilitas, ketersediaan tenaga kesehatan, hingga partisipasi masyarakat. Mereka juga berdialog dengan kader posyandu, perangkat desa, serta warga setempat untuk mendapatkan informasi yang komprehensif mengenai tantangan dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program ini.

TA P3MD Kemendes PDTT Aceh Barat Maulizan, menyampaikan apresiasi atas capaian Desa/Gampong Bebas Stunting,  serta komitmen dan kerja keras Pemerintah Desa Cot Darat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui posyandu terintegrasi. Ia berharap, keberhasilan Desa Cot Darat dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Aceh Barat, bahkan di seluruh Indonesia.

"Posyandu terintegrasi merupakan garda terdepan dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat di tingkat desa. Oleh karena itu, kami dari Kementerian Desa terus mendorong dan mendukung penuh pelaksanaan program ini," ujarnya

Sementara itu, Kepala Desa Cot Darat, Zulkarnain, S.Pd, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Kemendes PDTT. Ia berharap, monitoring dan evaluasi ini dapat memberikan masukan yang berharga bagi perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan posyandu di desanya.

"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan posyandu demi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Desa Cot Darat," kata Zulkarnain, S.Pd.

Pelaksanaan posyandu terintegrasi di Desa Cot Darat meliputi berbagai kegiatan, seperti pemeriksaan kesehatan ibu hamil, imunisasi, pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita, serta penyuluhan kesehatan. Program ini diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu dan anak, serta meningkatkan status gizi masyarakat.

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa Kuta Padang Fokus pada Pembangunan Terintegrasi

 



Aceh Barat, 18 Oktober 2025 – Desa Kuta Padang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang terintegrasi. Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun rencana pembangunan desa yang komprehensif dan berkelanjutan, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Acara yang berlangsung di Balai Kebun Ketahanan pangan dan agro wisata desa tersebut yang dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, perwakilan kelompok perempuan, pemuda, serta unsur pendidikan dan kesehatan. 

Bapak Irwan Camat Johan Pahlawan turut hadir untuk membuka acara secara resmi dan memberikan arahan serta dukungan dihadapan Dinas terkait yang hadir yaitu DPMG, PUPR, TA P3MD, Pendamping Desa PD/PLD dan stekholder lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Kuta Padang Syahrijal yang sering disapa Ngoh Jal menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh warga dan lembaga desa dalam proses perencanaan pembangunan. "Musrenbangdes ini adalah wadah bagi kita semua untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan. Dengan perencanaan yang matang dan terintegrasi, kita bisa mewujudkan desa yang lebih maju, mandiri dan sejahtera, " ujarnya.

Musrenbangdes kali ini memfokuskan pada beberapa sektor prioritas, antara lain:

- Infrastruktur: Peningkatan kualitas jalan desa, pembangunan saluran irigasi, dan penyediaan air bersih.

- Ekonomi: Pengembangan potensi pertanian dan perikanan, pelatihan keterampilan bagi pemuda, untuk menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran serta dukungan bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

- Pendidikan: Peningkatan kualitas pendidikan melalui pelatihan guru, penyediaan fasilitas belajar yang memadai, serta pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi.

- Kesehatan: Peningkatan pelayanan kesehatan melalui penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai, peningkatan kesadaran masyarakat tentang kesehatan, serta pencegahan penyakit menular.

- Peningkatan nilai-nilai keagamaan juga menjadi perhatian khusus dalam pembangunan kedepan mengingat tipologi desa yang berada dipusat kota.

Setelah melalui diskusi dan musyawarah yang mendalam, yang dipimpin oleh Bapak Iskandar Ketua Tuha Peut Gampong Kuta Padang bersama peserta Musrenbangdes menyepakati beberapa program dan kegiatan prioritas yang akan diusulkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2026 yang nantinya akan dirumuskan oleh Tim Penyusun.

Camat Johan Pahlawan mengapresiasi Desa Kuta Padang ini satau satunya desa yang paling terdepan dalam kecamatan ini, disamping itu juga partisipasi aktif masyarakat dalam Musrenbangdes ini. Ia berharap, rencana pembangunan yang dihasilkan dapat benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan membawa perubahan positif bagi Desa Kuta Padang.

"Pemerintah kecamatan siap mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan program-program pembangunan yang telah disepakati. Mari kita bersama-sama membangun Desa Kuta Padang menjadi desa yang lebih baik," pungkasnya.

Dipenghujung acara Musdes tersebut Pak Gechik berpesan kepada Sekdis PUPR Aceh Barat dihadapan seluruh perserta rapat agar dapat dibantu pengaspalan jalan lingkar desa yang juga akses menuju kebun ketahanan pangan dan agro wisata Desa Panca Sila Gampong Kuta Padang ini.

Editor; Maulizan

Kamis, 16 Oktober 2025

Musyawarah Pembangunan Desa di Desa Suak Indrapuri

Kamis, 16 Oktober 2025



Musyawarah Pembangunan Desa Suak Indrapuri Fokus pada Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat

Suak Indrapuri, Aceh Barat – Pemerintah Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, menggelar Musyawarah Pembangunan Desa (Musrenbangdes) untuk membahas rencana pembangunan tahun anggaran 2026 mendatang. Acara yang berlangsung di balai desa pada hari, Kamis, 16 Oktober 2025 ini di Buka Langsung oleh Bapak Irwan Camat Johan Pahlawan  dihadiri oleh TAPM, Pendamping Desa PD/PLD serta Babinsa dan Babinkantipmas serta berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, perwakilan kelompok perempuan, hingga perwakilan pemuda.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Suak Indrapuri, Syakbanun Lubis Kepala Desa, menyampaikan bahwa Musrenbangdes ini adalah forum penting untuk menampung aspirasi masyarakat terkait arah pembangunan desa. "Kami berharap melalui musyawarah ini, kita dapat menyusun rencana pembangunan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat Suak Indrapuri," ujarnya.

Beberapa isu utama yang mengemuka dalam musyawarah tersebut antara lain:

- Peningkatan Infrastruktur: Perbaikan jalan desa, pembangunan saluran  dan peningkatan fasilitas air bersih menjadi prioritas utama.

- Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat: Pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kualitas SDM, bantuan modal usaha untuk UMKM, dan pengembangan potensi lokal seperti kerajinan tangan dan produk pertanian.

- Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Kesehatan: Dukungan untuk PAUD dan sekolah dasar, peningkatan fasilitas posyandu, dan program penyuluhan kesehatan masyarakat.

- Pelestarian Lingkungan: Program penghijauan, pengelolaan sampah, dan sosialisasi pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Setelah melalui diskusi yang panjang dan mendalam, peserta musyawarah menyepakati beberapa poin penting yang akan menjadi prioritas dalam rencana pembangunan desa. Hasil kesepakatan ini akan menjadi dasar bagi penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun anggaran mendatang.

Camat Johan Pahlawan, Irwan dalam acara tersebut, beliau mengungkapkan Kegembiraannya karena Tadi Malam mendapatkan Penghargaan atas Peringatan Juaran Umung atas perlombaan kreatifitas Pekan Kebudaan Kabupaten Aceh Barat (PKAB). dalam rangka peringatan HUT- Kota Meulaboh. 

Bapak Camat juga mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam Musrenbangdes ini. "Saya berharap semangat kebersamaan dan gotong royong ini terus terjaga, sehingga pembangunan di Desa Suak Indrapuri dapat berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, serta memanfaatkan potensi dan peluang ledepan atas program Bapat Bupati "wisata kuliner" katanya.

Musrenbangdes ini diakhiri dengan penandatanganan berita acara kesepakatan oleh perwakilan masyarakat dan pemerintah desa, sebagai bentuk komitmen bersama untuk melaksanakan rencana pembangunan yang telah disepakati.



Editor; Maulizan

Rabu, 15 Oktober 2025

Pemkab Aceh Barat Berkolaborasi UTU Program Sarjana MasukDesa

Pemkab Aceh Barat Berkolaborasi UTU Program Sarjana MasukDesa: KBRN Meulaboh : Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui  Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Aceh Barat menjalin kolaborasi dengan UTU 

Pembekalan Pengelolaan Keuangan BUMG Gampong Cot Aceh Barat oleh TAPM P3MD Kementerian Desa Kab Aceh Barat.



 Rabu, 15 Oktober 2025

Penguatan Kelembagaan dan Pembekalan Pengelolaan Keuangan BUMG/BUMDes Gampong Cot Kecamatan Sama Tiga Kabupaten Aceh Barat oleh TAPM P3MD Kementerian Desa Kab Aceh Barat.

Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), memiliki peran strategis dalam meningkatkan perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat. Guna mengoptimalkan peran tersebut, Pemerintah Gampong Cot, Kecamatan Sama Tiga, Kabupaten Aceh Barat, terus berupaya memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan BUMG.

Penguatan Kelembagaan BUMG

Penguatan kelembagaan BUMG menjadi fokus utama untuk memastikan BUMG dapat beroperasi secara efektif dan berkelanjutan. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi:

  1. Penyusunan dan Pembaruan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART): AD/ART yang jelas dan sesuai dengan perkembangan bisnis BUMG menjadi landasan operasional yang kuat.
  2. Penetapan Struktur Organisasi yang Efisien: Struktur organisasi yang tepat akan memperjelas tugas, tanggung jawab, dan wewenang setiap pengurus BUMG.
  3. Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM): Pelatihan dan pendampingan secara berkala diberikan kepada pengurus BUMG untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam berbagai aspek pengelolaan bisnis.
  4. Pengawasan dan Evaluasi: Sistem pengawasan yang ketat dan evaluasi berkala dilakukan untuk memastikan BUMG beroperasi sesuai dengan rencana dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Pembekalan Pengelolaan dan Pelaporan Keuangan BUMG yang disampaikan oleh TAPM Kab Aceh Barat Bapak Suherman sebagai PIC Pengembangan Ekonomi Desa dan Didampingi Bapak Maulizan PIC Peningkatan Indek Desa Membangun.

Pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel merupakan kunci keberhasilan BUMG. Untuk itu, Pemerintah Gampong Cot secara rutin menyelenggarakan pembekalan pengelolaan dan pelaporan keuangan bagi pengurus BUMG. Materi yang diberikan meliputi:

  1. Dasar-Dasar Akuntansi: Pengenalan konsep dasar akuntansi, pencatatan transaksi keuangan, dan penyusunan laporan keuangan sederhana.
  2. Pengelolaan Kas dan Bank: Teknik pengelolaan kas dan bank yang efektif untuk memastikan likuiditas BUMG.
  3. Penyusunan Anggaran: Cara menyusun anggaran yang realistis dan terukur sebagai pedoman dalam pengelolaan keuangan BUMG.
  4. Pelaporan Keuangan: Tata cara penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, termasuk laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas.

Dampak Positif

Upaya penguatan kelembagaan dan pembekalan pengelolaan keuangan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi BUMG Gampong Cot, antara lain:

  • Peningkatan Kinerja BUMG: BUMG dapat beroperasi lebih efisien dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
  • Transparansi dan Akuntabilitas: Pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BUMG.
  • Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat: Keuntungan BUMG dapat digunakan untuk membiayai program-program pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan komitmen yang kuat dari Pemerintah Gampong Cot dan partisipasi aktif dari seluruh pengurus BUMG, diharapkan BUMG Gampong Cot dapat menjadi contoh sukses BUMG di Kabupaten Aceh Barat dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi desa.

Editor; Maulizan

TAPM ACEH BARAT LAKUKAN MONITORING REMBUK STUNTING KAWAY XVI

Aceh Barat – Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat TAPM Aceh Barat dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mela...